اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ

Rabu, 09 Mei 2012

Pantun Religius



Jalan-jalan ke gunung Pesagi
Tak lupa meminum kopi
Hidup itu harus disyukuri
Sebab itu rahmat yang diberi

Balita jalan dengan bertatih
Hingga sampai depan halaman
Jika punya rejeki lebih
Jangan lupa tuk disumbangkan

Ramai orang menonton sekura
Tentunya di Lampung Barat
Cari ilmu sebanyak-banyaknya
Tuk bekal dunia akhirat

Beli sayur di rumah Saryam
Lalu ditimbang di neraca
Al Qur’an itu pedoman umat Islam
Untuk itu harus rajin dibaca


Sarapan pagi dengan bubur
Pergi sekolah dengan riang
Tangis mayat dalam kubur
Karena jarang sembahyang


Tanam bunga di halaman
Kasih pagar agar terjaga
Hidup mati keputusan Tuhan
Tak seorang pun dapat menduga

Pergi ke taman melihat melati
Melati putih yang sungguh indah
Api neraka akan menanti
Bagi orang yang tak beribadah

Pohon hutan banyak ditebang
Dapat memunahkan berbagai satwa
Jika hati ingin tenang
Jadilah manusia yang bertakwa

Rabu, 01 Februari 2012

Sedekah Bisa Menjauhkan Diri dari Bala

Sedekah menurut kamus besar Bahasa Indonesia adalah pemberian (kepada fakir miskin) yang timbul dari kemurahan hati.
Tapi menurut Ali bin Husein, “Orang yang mengeluarkan hartanya karena diminta atau ditekan, tidak termasuk orang yang bermurah hati.”
Lalu apa saja sih yang termasuk sedekah?
1. Segala sesuatu yang bentuknya kebaikan
“Segala bentuk kebaikan adalah sedekah” (HR. Bukhari)
2. Mengucap kata zikir dan melakukan ibadah
“jika tidak mampu bersedekah dengan harta, maka membaca tasbih, membaca takbir, tahmid, tahlil, atau melakukan kegiatan amar ma’ruf nahi munkar adalah sedekah.” (Al-Hadis)
3. Menghilangkan beban orang lain
“Kamu menghilangkan (membuang) hal-hal yang menjadikan sakit orang lain dari jalan adalah sedekah.” (HR. Bukhari)
 

Sedekah ternyata dapat menghindarkan kita dari bala. Hal ini dijelaskan dalam beberapa hadis berikut.

“ Bala itu tidak akan sanggup menembus benteng sedekah seorang mukmin.” (Al-Hadis)
“Bersegeralah bersedekah, sebab yang namanya bala tidak pernah bisa mendahului sedekah.” (Al-Hadis)
“Bersedekahlah walau dengan sepotong kurma karena dapat mengenyangkan orang lain dan dapat menutup pintu kesalahn seperti halnya air yang dapat memadamkan api.” (Al-Hadis)
Cukuup sekian, hehe

Pentingnya Bersyukur

Sudahkah Anda bersyukur hari ini?
Bersyukur atas rahmat dan nikmat yang Allah berikan kepada kita, dan jika engkau tertimpa musibah maka bersyukur juga sebab Allah masih ingin kita membuka jalan pikiran kita yang mungkin pada awalnya salah atau kita sedang diuji karena kita akan mendapatkan rahmat dan nikmat yang leeebiiih bessar, amin ya robalamin.

Seperti yang telah Allah firmankan dalam surat Ibrahim ayat 7 yang mengatakan bahwa:

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah (nikmat) kepadmu, dan jika engkau mengingkari (nikmatku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”

Nah lo, yuk mari kita bersyukur atas semua yang Allah berikan kepada kita!
Mudah-mudahan dengan bersyukur hidup kita akan lebih damaii, amin.

Kamis, 29 September 2011

Perjanjian dalam Islam

Saat ini sedang semarak-semaraknya orang ingin menjadi pemimpin yang dapat memiliki kekuasaan dan kewenangan seutuhnya. Baik dalam bidang pemerintahan maupun pendidikan.

Mulai dari Dewan legislative, RT, RW, Lurah, Camat, Bupati/Wali Kota, Gubenur, Mentri, Presiden, Wakil Kepala Sekolah, Kepala Sekolah, Kepala Dinas Pendidikan, bahkan sampai siswanya ada wadah untuk menjadi pemimpin yaitu OSIS.

Selain memiliki kekuasaan dan kewenangan seutuhnya, menjadi pemimpin juga memiliki penghasilan yang relative besar. Hal ini yang menjadi salah satu sasaran bagi yang mempimpin karena rupiah. Namun di balik itu semua, pemimpin memiliki beban yang sangat berat. Beban untuk menepati janji-janji yang pernah diucapkan saat kampanye. Janji ini tidak bisa main-main, sebab janji adalah hutang, hutang wajib dibayar, dan jika tidak dibayar di dunia pasti akan ditagih di akhirat.


Terkadang manusia sulit untuk mengendalikan hawa nafsu sehingga rela melakukan apapun demi sesuatu yang ingin ia raih. Salah satunya demi jabatan, ia rela mengucapkan janji-janji yang mungkin sulit untuk dilaksanakan.

“Sesungguhnya binatang (makhluk) yang paling buruk di sisi Allah ialah orang-orang yang kafir, karena mereka itu tidak beriman” (Q.S Al Anfaal:55)

“(Yaitu) orang-orang yang kamu telah mengambil perjanjian dari mereka, sesudah itu mereka menghianati janjinya pada setiap kalinya, dan mereka tidak takut (akibat-akibatnya)” (Q.S Al Anfaal:56)

Jadi berpikirlah saat akan berjanji, ucapkanlah janji yang sekiranya dapat ditepati. Sehingga tidak ada orang yang menagih janji seperti lagu band Nidji “mana janji manismu?” hehe.


“dan jika kamu khawatir akan (terjadinya) pengkhianatan dari suatu golongan, maka kembalikanlah perjanjiaan itu kepada mereka dengan cara yang jujur. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat.” (Q.S Al Anfaal;58)

Nah, berarti jika kita ragu-ragu atau khawatir akan adanya penghianatan maka cepat-cepat kembalikan atau batalkan janji itu dengan cara yang jujur. Jadi deh nyanyi lagu Rio Febrian “oh.. maaf.. maafkan diriku”. :)

Rabu, 06 April 2011

Di antara Kita Ada Setan... hihi

Jangan sangka setan itu cuma kuntilanak, wewegombel, genderuwo, pocong, atau dan kawan-kawannyalah.


Ternyata ada setan yang sering bersama kamu kalo lagi berduan dengan pacar, atau mungkin kamu udah kenal sama dia?

Namanya Alawar. Dia adalah setan yang tugasnya menyebar zina dan perbuatan memsum sehingga manusia gak malu untuk ngelakuinnya. Nah.. sobat! hati-hati ya... bagi yang masih pacaran
AWAS ada ALAWAR ...!

Minggu, 03 April 2011

Tentang Cinta ......... :D

Ehem ... cinta .. :D
satu hal ini nih yang sering dibahas oleh kaum remaja, malah terkadang menjadi menu obrolan tiap hari. Memang sih cinta ini paling sulit untuk dihindari,


karena cinta ini ternyata sudah menjadi hal yang kodrati, jadi rasanya gak mungkin deh .. kalo manusia gak punya rasa cinta. iya gak??
Toh.. ayam aja masih jatuh cinta and punya rasa cinta.. hoho. kalo gak percaya coba deh kamu gangguin anak ayam yang masih cute-cute nya, pasti kamu bakal kena sepak terjang induknya.. hehe

Terus, gimana nih dengan cinta antara dua insan yang berbeda jenis dan belum muhrim??
hmm, aku pernah denger-denger nih tentang haramnya pacaran tapi aku juga pernah denger pacaran Islami, aku juga pernah baca-baca artikel tentang itu di http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/06/halal-haram-pacaran-dalil-mana-yang-lebih-kuat/

tapi ada beberapa kerugian kecil yang mungkin diderita oleh kaum remaja yang pacaran nih, diantaranya:
  1. Waktu habis untuk memperhatikan si dia. Mulai dari pertanyaan "lagi apa? ; mau ngapain?; udah makan belum?; dengan siapa?; dll" huh... banyak bener deh pertanyaan yang gak seberapa penting tapi ditanyain.
  2. Akibat rindu and akibat kebanyakan tanya-tanya hal kayak tadi lewat via sms atau telpon, jadi deh beli pulsa melulu, menguras tabungan atau minta uang ke orang tua yang maha baik ke kita. Hey sadar.. kita nih remaja yang kebanyakan masih sekolah. Kita belum punya penghasilan buat itu.. hehe

Rabu, 30 Maret 2011

cerita ...

www.fppiunila.co.cc
Akibat Butir Langit

Di saat mentari telah tinggi, aku dan temanku Nindya dipanggil oleh Pak Zainal, salah satu guru di sekolah kami. Aku dan Nindya tak tahu tujuan Pak Zainal memanggil kami.


Dengan seribu tanya aku dan Nindya berjalan menuju kantor tempat Pak Zainal berada. Sesampainya di kantor ternyata Pak Zainal sudah menunggu kami.
“Assalamualaikum.” sapaku dan Nindya secara bersamaan kepada Pak Zainal.
“Waalaikumsalam.” tersenyum Pak Zainal kepada kami.
“Maaf Pak menggangu. Ada apa, Bapak memanggil kami?”
“Oh, iya. Bapak dengar kalian sudah membuat karya tulis ilmiah, benar?”
“Iya pak, benar. Kata Ibu Mira karya tulis ilmiahnya akan dikirim besok melalui kantor pos.”
“Nah, itu dia masalahnya. Besokkan hari minggu, kantor pos tutup. Sementara kalau hari ini, Ibu Mira tidak ada. Bapak sudah coba telpon berkali-kali, namun nomor hpnya tidak aktif. Jadi bagaimana?”
“Aduh, bagaimana ya pak?”
“Bapak juga tidak tahu. Kalian saja yang ke kantor pos, sebab Bapak sedang sibuk jadi Bapak tidak bisa mengantarnya dan guru-guru yang lain juga sedang sibuk. Ya kalau kalian memang tetap ingin mengirim karya tulis ilmiah milik kalian, ya kirim saja sendiri.” jawab Pak Zainal.
“Untuk transportnya bagaimana Pak?”
“Nah, ini lagi masalahnya. Biaya transportasinya belum cair, jadi pakai uang kalian dulu saja.”
“Huh …!” desah Nindya. Kami hanya tertunduk lesu, mulai hatiku berdemostrasi. Betapa tak pedulinya mereka kepada kami. Ya, walau aku tahu kami belum tentu menang dalam lomba itu dan mungkin kami hanya akan menjadi pecundang pada perlombaan tingkat nasional itu. Namun, tidak adakah setetes embun yang dapat menyejukkan hati kami.

Nindya mengajakkku ke tempat parkir di sekolah, di sana telah duduk pak satpam. Beliau hanya membekali kami seuntai kertas tanda surat izin dari sekolah. Aku lihat senyum Nindya yang begitu cerah, tak terserit sedikit pun kekesalan dalam senyumannya. Sesampainya kami di kantor pos Fajar Bulan, lagi-lagi bukan sapaan manis yang kami dapatkan melainkan celotehan Pak pos yang sungguh tak enak didengar olehku.
“Assalamualaikkum.” sapa kami kepada Pak pos.
“Waalaikumsalam, ada apa? kalian mau mengirim surat?”
“Iya, Pak. Kami mau mengirim surat. Masih bisa Pak?”
“Bukannya dari tadi pagi, siang begini baru mau mengirim. Sekarang kantor pos sudah tutup, mobil posnya pun sudah pergi dari tadi.”
“Ayo pak tolong kami, kali ini saja. Kami hanya butuh cap posnya, Bapak mau mengirimnya besok atau lusa pun tidak apa-apa, yang terpenting cap posnya hari dan tanggal sekarang Pak.” bujuk kami kepada Pak pos.
“Oh, tidak bisa. Sudah saya bilang kantor pos sudah tutup, jadi tidak ada cap pos atau pun kirim-kiriman. Kalau kalian mau, pergi saja ke kantor pos Sumberjaya mungkin masih buka.”

Aku dan Nindya langsung menaiki sepeda motor bertujuan untuk pergi kek kantor pos Sumberjaya, hanya dengan bermodal nekat. Padahal kami sama sekali belum mengetahui lokasi kantor posnya. Kalbuku semakin lumpuh, akibat cuaca tak mendukung kami, tetesan air langit begitu deras menerpa kami. Namun, Nindya tetap mengendarai sepeda motornya, ia begitu antusias.
“Kamu lihat sebelah kiri, aku lihat sebelah kanan ya. Mungkin nanti ada tuliasan kantor pos.” perintah Nindya.
“Ya, Nin.” jawabku.
Mondar-mandir kami mencari kantor pos, berkali-kali kami bertanya kepada pemilik rumah yang berada di pekon Sumberjaya, salah satu tempat yang pernah dikunjungi presiden Soekarno saat peresmian menjadi sebuah kecamatan di Lampung Barat. Namun, mereka memberikan jawaban yang berbeda-beda, kami bertambah bingung. Tiba-tiba jantungku minciut, seraya aku melihat mobil pos Indonesia berwarna kuning seperti buah pepaya melintas di pengllihatanku.
“Pak…Pak…Pak, berhenti Pak!” teriak aku dan Nindya berusaha memberhentikan mobil tersebut.
Kebetulan, sungguh kebetulan mobil itu langsung berhenti di depan kami. Naluriku serentak bersorak bak bertemu malaikat yang akan membawa kami ke surga, aku langsung turun dari sepada motor dan berlari menuju mobil pos dan syukurnya Pak pos dalam mobil itu mau menerima berkas kami. Ya, hatiku sungguh terasa lega, kini baju kami telah basah kuyup. Butiran langit yang terus bertaburan membuat kulit kami daun mengeriput selayaknya aku dan Nindya saat itu.

Selang seminggu kemudian, saat aku dan Nindya sedang makan di kantin. Pak Zainal menghampiri kami. Beliau memberitahukan bahwa kami masuk tahap presentasi. Esoknya kami berangkat menuju kota Bandar Lampung tempat presentasi dilaksanakan. Sejak itu aku sangat akrab dengan Nindya, bahkan seperti saudara. Sikapnya yang begitu dewasa membuat aku nyaman bersamanya dan syyukurnya di perlombaan itu kami mendapatkan juara ketiga. Tapi hal ini cukup membanggakan. Kami yangb berasal dari daerah dapat mengalahkan peserta dari daerah lain yang lebih maju dai kami. Di sekolah kami mendapat sambutan yang sangat luar biasa, karena telah mengharumkan nama sekolah.

Sore itu, kami berniat untuk melaksannakan syukuran di Rest Area tempat yang menurutkku sungguh indah, berada di puncak. Di sana kami bisa melihat indahnya pegununngan, perkebunan, rumah penduduk, dan alam Lampung Barat. Semakin lama, aku semakin gelisah. Sebentar-sebentar aku melihat jam tanganku, berharap Nindya cepat tiba. Ku tengok lagi jam bundar di tanganku yang terus berputar, sudah lebih dari dua jam aku menunggunya. Namun, tidak muncul juga batang hidungnya. Mulai firasat buruk menyiram pikiranku. Aku mulai kesal kepada Nindya. Jangan-jangan dia tidak datang. Atau Nindya ingin mengerjaiku.
Aku bertambah kesal ketika yang datang bukan Nindya malah justru Siska. Kali ini Siska terlihat tergopoh-gopoh, mukanya sungguh pucat.
“Lia, cepat ikut aku ke puskesmas! Nindya kecelakaan, ia tertabrak mobil bus saat menuju kesini. Nindya terluka parah.”
Tanpa pikir panjang aku ikut Siska dengan perasaan tak menentu yang penuh kegalauan, naluriku mulai mengutuk diriku sendiri. Aku yang bersalah. Akulah yang sungguh bersalah. Sahabat macam apa aku. Perasaankku sungguh kacau balau. Sesampainya di puskesmas Fajar Bulan, aku langsung memeluk Nindya yang kini telah tak sadarkan diri.
“Lia,” suara itu sungguh terdengar miris di telingaku, namun itu sudah sangat cukup bagiku untuk mendengarnya.
“Maafkan aku, aku tak bisa menghadiri acara yang kita rencanakan. Maafkan aku. Aku sungguh sangat sayang padamu Lia.”
Betapa terkejutnya aku, jantungku menciut seakan aku terbang kelangit ke tujuh, sungguh kakiku terasa tidak menapak lagi ketika kutahu Nindya telah tak bernafas lagi. Aku menangis sejadi-jadinya, belum pernah sekalipun aku menemui teman yang begitu baik seperti dia, entah sampai kapan penyesalan ini akan berakhir.